MENGEMBANGKAN BAKAT - PART 1

lexim
0
Sejak menduduki bangku SMP bakat mengarang Roefe terlihat menonjol. Ini terbukti nilai yang diberikan oleh guru Bahasa Indonesia selalu tujuh ke atas untuk pelajaran mengarang, selalu lebih tinggi daripada nilai yang diberikan kepada siswa-siswa lain. Roefe kerap kali memperoleh pujian dari teman-teman sekelasnya untuk pelajaran yang satu ini. Guru Bahasa Indonesia yang bernama Budi Santoso (Pak Budi) juga selalu memuji karangan Roefe dengan kata-kata “bagus”. Beliau selalu menyarankan Roefe untuk terus mengembangkan bakatnya itu dengan banyak membaca dan latihan terus-menerus.

“Mengarang itu... “ begitu suatu hari Pak Budi memberi penjelasan,”. . . apabila karangannya sudah dikenal orang, akan dicari oleh penerbit dan ia akan dengan mudah memperoleh rezeki.” Maksudnya honornya lumayan. Banyak cerita Pak Budi tentang orang-orang yang sukses dalam mengarang, seperti Mottinggo Boesje, La Rose, Abdullah Harahap dan banyak lagi yang dicontohkan oleh Pak Budi. Tampaknya melalui.pendekatan atau metode puji-memuji seperti ini semangat Roefe terdorong untuk terus-menerus berlatih, apalagi motivasi memperoleh honor yang akan diterima apabila karangan itu dimuat di majalah atau koran, lebih lagi apabila seseorang dapat menulis novel yang bermutu. Roefe yang pada waktu itu sebagai seorang siswa kelas tiga SMP pernah berkhayal, “Andaikan karanganku dimuat dimajalah dan memperoleh honor ... dan pada suatu ketika aku menjadi pengarang yang terkenal alangkah mudahnya memperoleh uang dan dengan mudah dapat membeli buku-buku untuk dibaca. Ayah dan ibuku tentu akan bangga, terlebih dapat menambah pendapatan keluarga karena pendapatan ayah paspasan sebagai sopir bemo.

Menjadi pengarang tidak semudah membalik telapak tangan, perlu berlatih terus-menerus serta memperbanyak bacaan. Untuk itulah Roefe terus menulis dan mengarang. Tiap karangan yang ia selesaikan diperlihatkan kepada gurunya, Pak Budi untuk dikoreksi. Menurut Pak Budi karangan Roefe makin bermutu, sehingga beberapa cerita pendek untuk remaja disarankan untuk dikirim ke majalah di ibu kota. “Who said the dream never comes true, artinya kata siapa mimpi tidak pernah menjadi kenyataan,” begitu pepatah yang diajarkan guru Bahasa Inggris. Tiga karangan Roefe muncul di majalah, tiga minggu berturut-turut. Siapa yang tidak berbangga hati, terlebih setelah tiga lembar wesel diterima oleh kepala tata usaha sekolah yang dialamatkan kepada Roetfe.

MENGEMBANGKAN BAKAT

Berbagai macam tingkah kawan-kawan Roefe memuji keberhasilannya mengarang setelah mereka membaca cerita pendek yang dimuat dalam majalah remaja itu, ada yang memberi selamat dengan bersalaman tangan erat-erat, ada pula yang mentraktir di kantin sekolah. Pendeknya Roefe menjadi pusat perhatian teman-teman sekolahnya. Terlebih gurunya, Pak Budi yang merasa berjasa, bangga sekali beliau, dan beberapa siswa lain yang berbakat dipanggil khusus oleh Pak Budi dan disarankan untuk mencontoh usaha Roefe, maksudnya agar terdorong semangatnya untuk mengembangkan diri di bidang masingmasing.

Menulis cerita pendek, atau mengisi rubrik-rubrik tertentu di majalah menjadi pekerjaan rutin bagi Roefe tatkala menduduki bangku SMA dan ia makan menekuni bidangnya. Roefe makin banyak membaca buku-buku terutama novel, autobiografi, kisah orang-orang terkemuka dan untuk lebih memperluas wawasannya ja telah berusaha pula membaca buku-buku dalam bahasa asing. Usaha Roefe cukup maksimal untuk meraih cita-citanya menjadi seorang penulis.

Cita-cita Roefe akhirnya tercapai juga, walupun ia belum setenar pengarang-pengarang kenamaan di ibu kota. Beberapa novel remajanya telah beredar, bahasanya cukup menarik. Ideide yang disampaikan dalam ceritanya selalu bertendensi religius. Pada umumnya ceritanya diangkat dari kehidupan keluarga miskin dan realistis. Bekas guru Bahasa Indonesia di SMP sering menemui Roefe hanya untuk memuji hasil tulisannya yang baru atau yang sempat dibaca di majalah. Pak Budi merasa bangga dengan bakat bekas siswanya yang berkembang dengan baik dan menurut perkiraannya akan terus maju, apabila Roefe sekarang menduduki tingkat dua salah satu Fakultas Sastra, jurusan Inggris.

Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)